• Posted by : TEKNIK GAMBAR BANGUNAN Jumat, 19 Januari 2018

    A. FUNGSI PONDASI

             Pondasi dalam suatu bangunan konstruksi mempunyai peranan penting karena berfungsi sebagai penahan atau penopang beban bangunan yang ada diatasnya untuk diteruskan ke lapisan tanah yang ada dibawahnya. Untuk menghasilkan bangunan yang kuat dan kokoh, pondasi suatu bangunan harus direncanakan dengan baik.
         
             Perencanaan dalam pemilihan pondasi suatu bangunan ditentukan berdasarkan jenis tanah, kekuatan dan daya dukung tanah dan beban bangunan itu sendiri. Pada tanah yang memiliki daya dukung baik, maka pondasinya juga membutuhkan konstruksi yang sederhana. Jika tanahnya labil dan memiliki daya dukung yg jelek, maka penentuan pondasinya juga harus lebih teliti. Pondasi suatu konstruksi bangunan harus mampu menahan beban :
    Beban horizontal/beban geser, seperti beban akibat gaya tekan tanah
    Beban mati / dead load, atau berat sendiri bangunan
    Beban hidup/live load,atau  beban sesuai fungsi bangunan.
    Beban gempa
    Beban angin
    Gaya angkat air
    Momen dan torsi

    Standar daya dukung tanah menurut Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung tahun 1983 adalah :
    Tanah keras (lebih dari 5 kg/cm2).
    Tanah sedang (2-5 kg/cm2)
    Tanah lunak (0,5-2 g/cm2)
    Tanah amat lunak (0-0,5 kg/cm2)

    Klasifikasi daya dukung tanah tersebut dapat ditentukan melalui pengujian secara sederhana yaitu dengan cara diberi beban 5 kg pada tanah berukuran 1 cm x 1 cm.Jika tanah tidak mengalami penurunan atau amblas maka tanah tersebut diklasifikasikan sebagai tanah keras



    B. JENIS-JENIS PONDASI
       
    Pondasi dapat dibagi atas 2 bagian yaitu :
    1. Pondasi Dangkal
    2. Pondasi Dalam


    1. Pondasi Dangkal

            Yang dimaksud pondasi dangkal adalah pondasi yang kedalamannya tidak lebih dari 3 m dari permukaan tanah. Pondasi dangkal ini biasanya digunakan pada konstruksi bangunan sederhana seperti rumah tinggal. Adapun jenis-jenis pondasi yang termasuk dalam pondasi dangkal adalah :

    Pondasi menerus adalah jenis pondasi yang digunakan untuk mendukung beban memanjang, baik untuk mendukung beban dinding atau beban kolom  dimana penempatan kolom  dalam jarak yang dekat dan fungsional kolom tidak terlalu mendukung beban berat .Pondasi yang termasuk pondasi menerus adalah pondasi batu kali, pondasi batu bata.

    Gambar Pondasi Menerus Batu Kali
    Gambar Pondasi Menerus Batu Bata


    Pondasi setempat adalah pondasi untuk mendukung beban titik seperti kolom praktis, tiang kayu pada rumah sederhana atau pada titik kolom struktural.Pondasi yang termasuk dalam pondasi setempat adalah pondasi telapak/foot plate.Pondasi telapak merupakan pondasi beton bertulang dan berbentuk persegi.
    Gambar Pondasi Telapak/ Foot Plat


    > Pondasi raft/pondasi tikar adalah pondasi plat beton bertulang yang lebar dan membentang pada area pondasi yang ditentukan, ini digunakan untuk menyebarkan beban yang ditopang ke seluruh area. Kelebihan dari pondasi raft ini adalah untuk mengurangi penurunan yang terjadi di area tertentu, plat beton akan mengimbangi jumlah beban yang harus dipikul sehingga bisa rata kesemua pondasi, jenis pondsi ini biasanya digunakan untuk tanah dengan keadaan lunak atau empuk.
    Gambar Pondasi Raft / Pondasi Tikar


    2. Pondasi Dalam 
          
          Pondasi dalam adalah pondasi yang didirikan  pada kedalaman lebih dari 3 m dari permukaan tanah dimana  daya dukung dasar pondasi dipengaruhi oleh beban struktural dan  kondisi permukaan tanah.  Pondasi dalam dapat digunakan untuk mentransfer beban ke lapisan  yang lebih dalam untuk mencapai kedalaman tertentu sampai didapat jenis tanah yang dapat mendukung daya beban struktur bangunan sehingga jenis tanah yang tidak cocok di dekat permukaan tanah dapat dihindari.Biasanya pondasi dalam ini digunakan pada konstruksi bangunan gedung bertingkat.Yang termasuk dalam pondasi dalam adalah :

    > Pondasi tiang pancang adalah pondasi yang menggunakan tiang beton jadi / pre cast yang langsung ditancapkan langsung ke dalam tanah dengan menggunakan mesin pemancang. Karena ujung tiang pancang lancip menyerupai paku, oleh karena itu tiang pancang tidak memerlukan proses pengeboran. Pondasi tiang pancang dipergunakan pada tanah-tanah lembek, tanah berawa, dengan kondisi daya dukung tanah (sigma tanah) kecil, kondisi air tanah tinggi dan tanah keras pada posisi sangat dalam.Selain tiang pancang beton juga bisa menggunakan tiang pancang baja


     Gambar Pondasi Tiang Pancang

    > Pondasi bore pile adalah pondasi dalam yang dibangun di dalam permukaan tanah sampai kedalaman tertentu dengan cara membuat lubang dengan cara pengeboran  tanah. Setelah elevasi kedalaman /toe level pengeboran tercapai  kemudian pondasi pile dilakukan dengan pengecoran beton bertulang terhadap lubang yang sudah di bor. Sisitim pengeboran dapat dialakukan dalam berbagai jenis baik sistim maual maupun sistim hidrolik. Besar  diameter dan kedalaman galian dan juga sistim penulangan beton bertulang didesain berdasarkan daya dukung tanah dan beban rencana/ desain load yang akan dipikul. Fungsional pondasi ini juga ditujukan untuk  menahan beban  struktur melawan gaya angkat dan juga membantu struktur dalam melawan kekuatan gaya lateral dan gaya guling.


     Gambar Pondasi Bore Pile



    Demikianlah sedikit penjelasan mengenai pondasi, fungsi pondasi dan jenis-jenis pondasi yang biasa digunakan pada konstruksi bangunan.

    0 komentar

  • Cursor

    Electricity Lightning

    Copyright © - TEKNIK GAMBAR BANGUNAN - TEKNIK GAMBAR BANGUNAN - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan